Fenomena Childfree dalam Perspektif Tafsir Kontemporer:

Analisis QS. al-Nahl [16]: 72 dengan Teori Ma‘nā-cum-Maghzā

  • Faiz Kamal Sekolah Tinggi An-Nur Banyumas
  • Wahyuni Nuryatul Choiroh Sekolah Tinggi An-Nur Banyumas
Keywords: Ma’na-Cum-Maghza, Sahiron Syamsuddin, Hermeneutika, Childfree

Abstract

Artikel ini membahas teori Ma‘nā-cum-Maghzā yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA, seorang cendekiawan Muslim yang berasal dari Indonesia. Teori ini muncul, berangkat dari kegelisahannya terhadap metode penafsiran al-Qur’an kontemporer yang sering mengabaikan al-ma’na al-ashly (Makna Literal) dan al-maghza(Signifikansi) dari makna literal. Untuk mengatasi masalah ini, Prof. Sahiron mengkonstruksi pendekatan penafsiran al-Qur'an yang mengakulturasi pendekatan klasik Islam yakni ‘Ulum al-Quran dengan Hermeneutika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan studi kepustakaan (Library Research). Teori Ma‘nā-cum-Maghzā dianalisis untuk memahami mekanismenya, kemudian diaplikasikan dalam konteks fenomena sosial, yaitu fenomena viral "childfree". Pendekatan ini bertujuan untuk memperkenalkan metode penafsiran kontekstualis kepada mufassir generasi kontemporer agar tafsir mereka tidak hanya bersifat literalis-tekstualis. Hasil analisis menunjukkan bahwa fenomena childfree, ketika dianalisis dengan teori Ma'na Cum Maghza, sesuai dengan konsep musyarakah dalam pernikahan dari surah al-Nahl ayat 72. Childfree dapat diterima dalam syariat Islam selama keputusan tersebut merupakan kesepakatan bijak dari kedua belah pihak, tanpa paksaan, dan memiliki tujuan yang baik, sehingga tidak dianggap sebagai bentuk kekufuran terhadap nikmat Allah. Kesimpulannya, teori Ma‘nā-cum-Maghzā memberikan alat analisis yang kuat untuk memahami fenomena sosial dalam kerangka ajaran Islam, dengan menekankan kontekstualisasi dan pemahaman mendalam terhadap makna dan pesan al-Qur'an.

 

References

Daftar Pustaka

Abdullah. “Metodologi Penafsiran Kontemporer (Telaah Pemikiran Sahiron Syamsuddin Tahun 1990-2013).” Universitas Islam Negeri sunan Kalijaga Yogyakarta, 2013.

Abu Hamid al-Gazali. Ihya’ ’Ulum Al-Din. Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1997.

Aji, Nahrul Pintoko. “Metode Penafsiran Al-Quran Kontemporer; Pendekatan Ma‘nā-cum-MaghzāOleh Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin ,MA.” Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 2, no. 1 (2022).

Al-Andalusi, Muhammad Ibn Yusuf al-Syahid bi Abi Hayyan. Tafsir Al-Bahr Al-Muhith. Beirut: Dar al-Fikr, 1992.

Al-Bantani, Nawawi. Tafsir Marah Labiid. 2nd ed. Bandung: Syirkah al-Ma’arif, n.d.

Al-Khadimi, Nur al-Din. ’Ilm Al-Maqasid Al-Syari’ah. Beirut: Maktabah al-Abikan, 2001.

Al-Sa’di, Abdurrahman Bin Nasir. Tafsir Al-Sa’di. 5th ed. Riyadh: International Islamic Publishing House King Fahd University, 2018.

Amin, Mohamad. “Kepemimpinan Dalam Perspektif Al-Qur’an (Pandangan Sa’id Hawwa Dalam Al-Asâs Fî Al-Tafsîr Dan Triloginya).” INSTITUT PTIQ JAKARTA, 2015.

Fauzan, Ahmad. “Childfree Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Studi HUkum Islam Dan Pendidikan 15, no. 2 (2022).

Haecal, Irfan Farraz, Hidayatul Fikra, and Wahyudin Darmalaksana. “Analisis Fenomena Childfree Di Masyarakat: Studi Takhrij Dan Syarah Hadis Dengan Pendekatan Hukum Islam.” In The 2nd Conference on Ushuluddin Studies. Bandung: Gunung Djati Conference Series, vol. 8, 2022.

Hanandita, Tiara. “Konstruksi Masyarakat Tentang Hidup Tanpa Anak Setelah Menikah.” Jurnal Analisa Sosiologi 11, no. 1 (2022).

Kathir, Isma’il Ibn ’Umar Ibn. Tafsir Al-Qur’an Al-’Adzim. Beirut: Dar al- Kutub al-’Ilmiyyah, 1990.

Malula, Muhammad. “Ma‘nā-cum-Maghzā Sebagai Metode Dalam Kontekstualisasi Hadis Musykil (Telaah Pemikiran Dan Aplikasi Hermeneutika Sahiron Syamsudin).” Jurnal Ilmiah Citra Ilmu 15, no. 29 (2019).

Mardhiyah, Mardhiyah. “Makna Simbolik (Isyari) Kisah Dalam Al-Qur’an.” Hermeneutik: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 11, no. 2 (2017).

Quraish, M Shihab. Tafsir Al-Mishbah Pesan Kesan Dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Sahiron Syamsuddin, Dkk. Pendekatan Ma’na-Cum-Maghza Atas Al-Qur’an Dan Hadis: Menjawab Problematika Sosial Keagamaan Di Era Kontemporer. Yogyakarta: Lembaga Ladang Kata, 2020.

Setiawan, Asep. “Hermeneutika Al-Quran “Mazhab Yogya (Telaah Atas Teori Ma’naCum Maghza Dalam Penafsiran Al-Qur’an).” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’andan Hadis 17, no. 1 (2016).

Soediro, Achmad, and Inten Meutia. “Maqasid Syariah as a Performance Framework for Islamic Financial Institutions,.” Jurnal Akuntansi Multiparadigma 9, no. 1 (2018).

Somad, Abdus. “Otoritas Laki-Laki Dan Perempuan: Studi Penafsiran Kontekstual Abdullah Saeed Terhadap Qs. an-Nisa 4: 34.” Alif Lam: Journal of Islamic Studies and Humanities 3, no. 1 (2022).

Syamsuddin, Sahiron. Hermeneutika Dan Pengembangan Ulumul Qur’an. Yogyakarta: Pesantren Newesea Press, 2017.

———. “Ma’na-Cum-Maghza Aproach To The Qur’an: Interpretation Of QS. 5: 51.” In Proceedings of the International Conference on Qur’an and Hadith Studies (ICQHS 2017). Atlantis Press, 2017.

———. Metode Penafsiran Dengan Pendekatan Ma’na Cum Maghza,” in Pendekatan Ma‘nā-cum-MaghzāAtas Al-Qur’an Dan Hadis: Menjawab Problematika Sosial Keagamaan Di Era Kontemporer. Yogyakarta: Lembaga Ladang Kata, 2020.

Published
2025-12-31
Section
Articles